Sunday, May 9, 2010

Berutang untuk Terus Bertumbuh


Anda berhasil melewati masa-masa sulit fase perintisan usaha. Sekarang bisnis Anda telah memasuki fase pertumbuhan, dan ini punya tantangannya sendiri. Biasanya ini menyangkut, pertama, soal dana untuk membiayai pertumbuhan usaha. Hal ini otomatis akan diikuti soal kedua, yakni sistem manajemen - termasuk masalah orang - untuk memastikan pertumbuhan itu bisa langgeng, bukan 'hit and run' saja.

Terkait hal pertama, yakni soal sumber keuangan, untuk memulai bisnis dan membesarkannya Anda bisa mendayagunakan pelbagai sumber dana, tidak perlu semuanya dibiayai sendiri. Yang penting, utang ini dimaksudkan untuk sesuatu yang produktif dan nilainya meningkat terus.

Sekedar gambaran, Geoffrey G. Meredith (2002) menunjukkan beberapa potensi sumber-sumber pembiayaan usaha, misalnya:

1. Pinjaman dari relasi.
Jangan lupa, karena sifatnya pinjaman, mereka juga mengharapkan pemulangan dana ditambah keuntungan (bunga), walaupun mungkin tidak sebesar bunga pinjaman komersial dari bank.

2. Pinjaman dari perbankan.
Secara umum ada dua jenis pinjaman bank, yakni 'overdraft' dan pinjaman berjangka. Overdraft biasanya untuk jangka pendek. Sedangkan untuk investasi jangka panjang seperti tanah, pabrik, peralatan mesin, gunakanlah pinjaman berjangka.

3. Utang dagang.
Ini merupakan sumber pembiayaan termurah, terutama jika Anda telah punya reputasi kredit yang sehat. Jika Anda mampu memperoleh persediaan barang dengan kredit, ini memungkinkan Anda menggunakan danan perusahaan dengan bebas selama 30, 60, 90 atau bahkan 100 hari, sesuai perjanjian dengan para pemasok.
Ingatlah, kredit ini diberikan atas dasar kepercayaan, dan kepercayaan diperoleh hanya setelah jangka waktu tertentu, melalui uji-coba dan pembuktian. Maka, jangan pernah mengecewakan para kreditur dan mereka pun tidak akan mengecewakan Anda.

4. Hipotek.
...dst.

(baca selanjutnya di artikel terlampir, dari Tabloid Bisnis KONTAN)

STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES

syai.bks0512@gmail.com

Friday, April 30, 2010

Marketers akan menjadi CEO masa depan


MASA DEPAN MARKETERS


Dalam dunia yang kompleks saat ini, maka pemimpin marketing adalah calon yang cocok untuk menjadi CEO (Chief Executive Officer). Mereka mempunyai pandangan yang lebih luas dalam melihat peluang bisnis daripada pemimpin dari divisi lain. Mereka adalah pelindung aset perusahaan, mereka mampu menggabungkan kreatifitas dan nilai komersil, yang dibutuhkan pemimpin perusahaan.

Belakangan ini banyak orang baru lulus mencari posisi penjualan. Menurut majalah FORTUNE, 500 CEO yang terkenal dari perusahaan besar berasal dari para marketer dibandingkan posisi lainnya. Dulu pekerjaan menjadi pemasar sangat dilecehkan, karena banyak orang berfikir bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan "tukang ngomong" yang kadang-kadang menipu. Tetapi kini, mana ada perusahaan besar yang tidak mempunyai divisi marketing atau seorang CMO (Chief Marketing Officer).

Menurut catatan, 74% jutawan Amerika adalah wirausahawan yang memulai membangun bisnisnya sendiri. Namun demikian kemampuan menjual adalah kunci penentu bagi kesuksesan ataupun kegagalan dalam perusahaan....

syai.bks0512@gmail.com
disadur dari : Intelligent Marketing by Samuel Tirtamihardja

Kembangkan Apa yang Kita Miliki

kerjan...kerjaan...dan kerjaan...,


Mungkin apa yang kita miliki tidak seindah dan semegah apa yang dimiliki oleh selebriti, tetapi selayaknyalah kita terus berjuang dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang ada dalam diri serta talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita semua. Sukailah diri kita dan orang lain, maka akan semakin kita menyukai diri kita dan orang lain. Setelah itu, kembangkan diri kita melalui hal-hal atau langkah-langkah sebagai berikut :

1. Impian,
2. Tindakan,
3. Semangat,
4. Perubahan Kecil, dan
5. Unggul


1. Impian


2. Tindakan


3. Semangat


4. Perubahan Kecil


5. Unggul




syai.bks0512@gmail.com
Disadur dari : Menjual Impian dengan Cerdas (Intelligent Marketing) by Samuel Tirtamihardja

HUTANG-1 (Pendahuluan)



"Hutang itu pun harus dikembalikan pada Anda". Jadi, baik anda atau orang lain yang berhutang, maka hutang itu harus dikembalikan. Ini adalah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari hutang...^^




KIAT BIJAK BERHUTANG


"Hutang akan baik-baik saja apabila penanganannya baik, konseptual dan berkomitmen"



Agar tidak terjebak ke dalam keputusan berhutang yang keliru, ada minimal tiga pertanyaan kunci yang perlu diajukan sebelum memutuskan berhutang, yaitu :

1. Untuk apa hutang tersebut digunakan...?
2. Berapa besar hutang yang ingin dan mampu anda ambil...?, dan
3. Bagaimana hutang itu dapat dilunasi dalam keadaan darurat...?



1. Untuk apa hutang tersebut digunakan...?


Pertanyaan pertama adalah mengenai kesesuaian antara keputusan hutang yang akan diambil dan berbagai tujuan masa depan yang telah ditetapkan.
Dalam mengambil keputusan untuk berhutang harus dilihat kebutuhan serta kegunaan dari barang atau aset yang akan dibeli dengan hutang. Keputusan berhutang tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kelangsungan arus kas, hanya akan merusak tatanan keuangan.



2. Berapa besar hutang yang ingin dan mampu anda ambil...?


Pembayaran cicilan bulanan tetap disarankan tidak melebihi rasio pembayaran hutang, yaitu 30% dari pendapatan. Berhutang dalam batas wajar menunjukan bahwa anda telah menganggarkan dana untuk kebutuhan dasar keluarga seperti ; belanja bulanan, dana darurat, dana pendidikan anak dan dana pensiun. Keempat pos tersebut merupakan prioritas yang harus dipenuhi. Penetapan pembayaran cicilan hutang tiap bulannya sebagai prioritas terakhir dalam perencanaan pengeluaran akan mendorong anda untuk berinvestasi lebih banyak untuk tujuan yang menjadi prioritas utama dimasa depan



3. Bagaimana hutang itu dapat dilunasi dalam keadaan darurat...?


Untuk mengantisipasi keadaan darurat permanen seperti meninggal dunia dan keadaan darurat sementara seperti musibah sakit atau kecelakaan, sedapat mungkin diaturkan dan dipersiapkan dari 30% rasio pembayaran hutang seperti tercantum pada point 1 diatas, sehingga jika keadaan darurat terjadi, tidak mengganggu dan memberatkan keuangan keluarga