
Anda berhasil melewati masa-masa sulit fase perintisan usaha. Sekarang bisnis Anda telah memasuki fase pertumbuhan, dan ini punya tantangannya sendiri. Biasanya ini menyangkut, pertama, soal dana untuk membiayai pertumbuhan usaha. Hal ini otomatis akan diikuti soal kedua, yakni sistem manajemen - termasuk masalah orang - untuk memastikan pertumbuhan itu bisa langgeng, bukan 'hit and run' saja.
Terkait hal pertama, yakni soal sumber keuangan, untuk memulai bisnis dan membesarkannya Anda bisa mendayagunakan pelbagai sumber dana, tidak perlu semuanya dibiayai sendiri. Yang penting, utang ini dimaksudkan untuk sesuatu yang produktif dan nilainya meningkat terus.
Sekedar gambaran, Geoffrey G. Meredith (2002) menunjukkan beberapa potensi sumber-sumber pembiayaan usaha, misalnya:
1. Pinjaman dari relasi.
Jangan lupa, karena sifatnya pinjaman, mereka juga mengharapkan pemulangan dana ditambah keuntungan (bunga), walaupun mungkin tidak sebesar bunga pinjaman komersial dari bank.
2. Pinjaman dari perbankan.
Secara umum ada dua jenis pinjaman bank, yakni 'overdraft' dan pinjaman berjangka. Overdraft biasanya untuk jangka pendek. Sedangkan untuk investasi jangka panjang seperti tanah, pabrik, peralatan mesin, gunakanlah pinjaman berjangka.
3. Utang dagang.
Ini merupakan sumber pembiayaan termurah, terutama jika Anda telah punya reputasi kredit yang sehat. Jika Anda mampu memperoleh persediaan barang dengan kredit, ini memungkinkan Anda menggunakan danan perusahaan dengan bebas selama 30, 60, 90 atau bahkan 100 hari, sesuai perjanjian dengan para pemasok.
Ingatlah, kredit ini diberikan atas dasar kepercayaan, dan kepercayaan diperoleh hanya setelah jangka waktu tertentu, melalui uji-coba dan pembuktian. Maka, jangan pernah mengecewakan para kreditur dan mereka pun tidak akan mengecewakan Anda.
4. Hipotek.
...dst.
(baca selanjutnya di artikel terlampir, dari Tabloid Bisnis KONTAN)
STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
syai.bks0512@gmail.com


